Skip to main content

Tips Seru Liburan Bersama Keluarga di Long Weekend

Jakarta – Mungkin ada di antara traveler yang sudah bersiap untuk liburan long weekend bareng keluarga awal Desember. Biar makin seru, baca dulu tips ini.

Walau tampak simpel, tapi liburan long weekend juga harus dipersiapkan dengan baik demi kelancaran acara. Dihimpun oleh detikTravel, Kamis (30/11/2017) berikut beberapa tips untuk liburan long weekend bareng keluarga:

1. Cari tempat ramah anak

Berhubung liburan bareng keluarga, tentunya traveler harus memastikan kalau destinasi yang ingin dikunjungi ramah anak. Carilah destinasi yang luas, tidak banyak tangga dan dekat dengan rumah makan. Tempat seperti taman rekreasi hingga taman tentunya cocok untuk jadi pilihan.

2. Sedia uang tunai

Walau sebagian besar tempat sudah menyediakan fasilitas pembayaran dengan kartu, tentunya traveler tetap harus sedia uang tunai atau cash. Untuk jaga-jaga saja.

3. Bawa barang seperlunya

Mau liburan jangan malah jadi ribet. Pastikan Anda membawa barang seperlunya saja untuk liburan long wekeend. Tidak usah bawa baju terlalu banyak, tapi jangan lupa sedia obat-obatan dan barang penting lainnya.

4. Siapkan bekal

Sebelum mulai liburan, ada baiknya Anda juga menyediakan bekal makanan dan minuman untuk jaga-jaga. Walau ada banyak minimarket atau warung di destinasi wisata, tidak ada salahnya untuk jaga-jaga. Bekal dari rumah juga pastinya lebih sehat.

5. Coba destinasi baru

Agar tidak bosan, ada baiknya traveler mengulik beberapa destinasi baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Selain bisa untuk penyegaran, destinasi baru juga menawarkan keriaan dan pengalaman berbeda.

6. Bikin foto keluarga

Yang terakhir, jangan lupa untuk mengabadikan momen liburan long weekend bareng keluarga lewat sebuah foto. Tentunya momen liburan keluarga harus diabadikan. Selamat menikmati libur long weekend pekan ini ya traveler! (rdy/fay)

Sumber : (detik.com)

Tips Liburan Saat Musim Hujan

Jakarta – Musim hujan bukan halangan untuk berwisata. Supaya liburan kamu tidak berantakan, perhatikan dulu tips liburan saat musim hujan ya.

Musim hujan biasanya melanda beberapa wilayah Indonesia pada bulan Oktober-April. Nah musim hujan telah tiba. Bagaimana ya liburan saat sedang musim hujan seperti ini? Dirangkum detikTravel, Sabtu (2/12/2017) ada beberapa tips yang perlu diperhatikan saat ingin liburan pada musim penghujan:

1. Kunjungi tempat aman

Traveler bisa memilih tempat yang aman dari kemungkinan banjir, maupun longsor. Jadi, pada musim hujan ini hindari dulu, jalan-jalan kawasan sungai, gunung, maupun lereng perbukitan.

Destinasi indoor pun menjadi pilihan liburan. Traveler bisa ajak keluarga makan bersama di restoran atau berburu kuliner, berkunjung ke museum-museum, sekadar menginap di villa, atau menonton dan lain sebagainya.

2. Jaga kesehatan

Biasanya pada saat musim hujan, perubahan suhu panas dan dingin berganti begitu cepat. Minumlah vitamin dan air putih yang cukup, serta makanan bergizi untuk menjaga stamina traveler saat traveling.

Setelah kehujanan misalnya, usahakan juga bisa mandi dengan air hangat, dan mengosumsi yang hangat-hangat.

3. Bawa peralatan lengkap

Sediakan selalu jas hujan atau payung di dalam tas traveler. Dan juga pakailah sepatu karet atau alas kaki yang tidak menyerap hujan.

Gunakan juga pakaian yang tidak terlalu menyerap air. Pilihan lainnya traveler bisa mempersiapkan topi, syal, sweater, kaus kaki, serta jaket yang berguna menahan suhu dingin. Sediakan juga plastik untuk memisahkan baju basah yang terkena hujan dengan baju kering di dalam tas.

Serta selalu sediakan obat-obatan dan vitamin, seperti minyak angin, obat flu, obat batuk, diare, dan sebagainya.

4. Selalu update prakiraan cuaca di BMKG

Jika traveler ingin berkunjung ke sebuah destinasi, cek terlebih dahulu curah hujan di wilayah tersebut. Karena curah hujan dan waktu tiap-tiap daerah juga berbeda. Dan juga biasanya hujan turun pada pagi hari atau sore hari. Jadi traveler bisa menyusun rencana perjalanan tanpa khawatir dilanda hujan lebat. Selamat liburan! (sym/krn)

Sumber : (detik.com)

5 Tips Liburan di Hong Kong untuk Traveler Milenial

Jakarta – Hai anak milenial, liburan ke Hong Kong pasti seru dan jadi impian kamu. Tapi ada beberapa tips yang perlu kamu perhatikan. Catat ya!

Dalam jumpa pers, Rabu (6/12/2017) di Penang Bistro, Grand Indonesia Jakarta, Simon Wong, selaku Direktur Hong Kong Tourism Board Regional Asia Tenggara menyampaikan beberapa tips untuk milenial yang ingin ke Hong Kong.

“Karena banyaknya kegiatan dan event di Hong Kong, pasti akan membuat traveler bingung sampai di Hong Kong. Jadi kami telah mengelompokan panduan sesuai kebutuhan traveler. Mulai dari kegiatan outdoor, jelajah Old Town, juga ada Halal Toursm,” kata Siwon.

Nah, ini dia beberapa hal yang harus traveler perhatikan dan persiapkan sebelum ke Hong Kong:

1. Tentukan tujuan di Hong Kong

Sepanjang tahun, Hong Kong memiliki beragam event. Jadi traveler harus tentukan, apakah ingin kegiatan outdoor atau adventure, belanja, kuliner, maupun wisata sejarah dan budaya.

Setelah menentukan tujuan, sesuaikan saja dengan event yang traveler buru. Keterangan event dapat traveler lihat di situs pariwisata Hong Kong.

2. Download panduan wisata

Di situs resmi pariwisata Hong Kong, terdapat panduan yang bisa di-download para traveler. Traveler tinggal pilih ingin wisata apa, cari tahu segala hadwal, bahkan juga ada panduan khusus untuk para traveler muslim.

3. Gunakan transportasi lokal

Untuk sarana transportasi traveler tidak usah risau. Di Hong Kong traveler bisa menggunakan bus dan kereta MTR untuk berkeliling. Harga transportasinya tidak terlalu mahal kok.

4. Jangan lupa cicipi kuliner

Mau makanan oriental, street food, western, fusion, semua ada. Tinggal pilih mau makan apa untuk memanjakan lidah.

5. Sesuaikan baju dengan destinasi

Nah traveler yang hobi berburu foto lucu untuk di-upload ke medsos, jangan lupa sesuaikan baju dengan musim, momen dan destinasi ya. Traveler bisa berburu beragam spot instagramble kapanpun dan dimanapun lho! (bnl/bnl)

Sumber (detik.com)

Patut Dicoba, Wisata Unik ala Dude Harlino

Liputan6.com, Jakarta Walau tengah dihadapi dengan jadwal syuting yang padat, Dude Harlino masih menyematkan waktu untuk merencanakan liburan bersama keluarga. Umumnya, banyak artis yang liburan ke pantai atau ke luar negeri dengan pasawat.

Namun, beda dengan Dude, artis yang sedang sibuk dengan sinetron berjudul Gali Lobang Tutup Lobang yang tayang di SCTV ini, mencoba wisata unik dengan kapal pesiar bersama keluarganya.

Hal itu terlihat di akun @dude2harlino, pada unggahannya, ia mengatakan “Liburan ke luar negeri bareng keluarga pasti menyenangkan, apalagi kita menggunakan Kapal Pesiar untuk berlibur”

Suami dari Alyssa Soebandono itu merasakan kegembiraanya dengan memposting salah satu foto saat memegang dua sajian dari kapal pesiar karena telah menemukan wisata dengan kapal pesiar yang ia inginkan.

Dalam captionnya tersebut, ia juga mengatakan bahwa sebelum berlibur dengan kapal pesiar, pastikan dahulu tentang, kualitas, rasa dan status halal makanannya.

Dude juga mengatakan bahwa sudah menemukan kapal pesiar yang cocok dengan dirinya yang pecinta kuliner. Salah satu kuliner yang ia sukai adalah sajian makanan dari Italia. Nah, kapal pesiar yang menyanggupi keinginan Dude Herlino adalah Costa Victoria.

Ayah dari satu anak ini juga mengatakan bahwa Costa Victoria menyediakan pilihan berlibur cruising ke berbagai tempat di ASEAN. Mulai dari Singapura, Penang, dan Malaka.

Sebagai muslim, Dude juga menekankan dalam perjalanannya untuk mendapatkan sajian yang halal. Dan ia senang bahwa Costa Victoria dalam proses untuk mendapatkan Halal Kitchen Certification untuk makanan. Hal itu membuat ia dan keluarga tak perlu khawatir lagi.

Jadwal 

Mencoba wisata unik dengan kapal pesiar patutu dicoba. Anda pun bisa seperti Dude Herlino yang akan melancong bersama keluarganya.

Jadi, kalau sudah begitu, ada baiknya Anda rencanakan liburan keluarga bersama Costa Victoria mulai dari sekarang.
Kini, Costa Victoria bakal berangkat dari Singapura. Keberangkatan itu dijadwalkan mulai dari November 2017 – Februari 2018.

Tenang, Anda bisa tentukan mau berapa lama di kapal tersebut. Kalau mau berlama-lama Anda bisa memilih jadwal berlayar 5 malam dengan destinasi ke Singapura paket A, Phuket, Langkawi, dan penang.

Atau kalau pun ingin destinasi lain Anda bisa memilih Singapura paket B, Singapura, Phuket, Penang, dan Malaka.

Perlu diketahui, bagi Anda yang mempunyai anak-anak dibawah usia 13 tahun, tarif berlayar pun gratis dengan syarat dan ketentuan berlaku.

(Sumber : liputan6.com)

Menyapa Matahari Pagi dari Atas Bukit di Kepulauan Sangihe

Sangihe – Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, menyimpan sejumlah objek wisata yang indah. Dengan topografi berbukit-bukit yang dihiasi ribuan pohon kelapa, cengkih, dan pala, serta teluk di depannya, membuat Kota Tahuna sebagai ibu kota kabupaten mempunyai daya pikat tersendiri.

Jika menggunakan jalur transportasi udara dari Manado, Anda akan tiba di Bandar Udara Naha. Dari situ, membutuhkan sekitar 45 menit untuk mencapai Tahuna menggunakan kendaraan bermotor.

Nah, salah satu lokasi untuk menikmati keindahan kota Tahuna adalah dari jalur Naha tersebut. Pasalnya, pengunjung bisa melihat keindahan kota itu dari atas perbukitan.

“Itu adalah kota Tahuna. Dengan teluk dan dermaga yang menghiasinya,” ujar Sam Barahama, salah satu pegiat sosial di Tahuna yang bekerja sama dengan Perkumpulan Yapeka mengadvokasi masyarakat sipil, Selasa, 5 September 2017.

Sam mengungkapkan, banyak warga yang mengunjungi Tahuna akan berhenti sejenak di jalur transportasi darat itu untuk mengabadikan momen matahari pagi menyinari Kota Tahuna.

Selain kawasan di jalur perjalanan itu, salah satu lokasi wisata yang paling banyak dikunjungi adalah Puncak Pusunge. Dari atas puncak bukit itu, pengunjung bisa melihat Kota Tahuna, serta pulau-pulau yang mengelilinginya.

“Pulau-pulau ini mengelilingi kota Tahuna, dan menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Denni Piara, aktivis lingkungan hidup yang bekerja untuk Perkumpulan Sampiri.

Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Gaghana mengakui, pariwisata merupakan salah satu sektor yang kini tengah digenjot oleh pemerintahan yang ia pimpin.

“Pariwisata dan perikanan, menjadi prioritas dalam pembangunan daerah Sangihe,” ujar Jabes saat ditemui di kediamannya di Tahuna.

(Sumber : liputan6.com)

Menyapa Kota Bandung dari Gunung Batu Lembang

Bandung – Lembang terkenal sebagai tujuan wisata bagi para pengunjung Kota Bandung. Meski jaraknya cukup jauh dari kota Bandung, tetapi lokasi ini memiliki banyak tempat wisata dengan pemandangan yang indah, seperti Gunung Tangkuban Perahu.

Namun, tidak hanya itu, salah satu tempat yang memesona di kawasan Lembang lainnya yaitu Gunung Batu Lembang. Di lokasi ini para pengunjung bisa melihat keindahan Lembang dan Kota Bandung dari ketinggian 1.228 mdpl.

Sesuai dengan namanya, Gunung Batu merupakan bukit berupa dinding alam yang terdiri dari batu-batu raksasa. Lokasinya berada di Desa Pasirwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Bagian puncak dari gunung ini memiliki pemandangan alam yang indah. Cocok bagi penyuka ketinggian. Sementara, akses jalan bagi pengunjung tidak terlalu sulit sehingga cukup mudah didaki.

Di lokasi ini pun pengunjung bisa menyaksikan seluruh kota Bandung yang dikelilingi pegunungan, seperti Gunung Burangrang, Tangkuban Parahu, Putri, Bukittunggul, Palasari hingga Manglayang.

Rasa bahagia menikmati pemandangan alam yang indah itu tampak dari raut wajah para pegiat sejarah kota yang menamakan dirinya Lembang Heritage dan Heritage Lover. Minggu, 10 September 2017, komunitas ini sedang menggelar jelajah Gunung Batu Lembang.

Sekitar 30 peserta jelajah tampak serius menyimak paparan Wakil Ketua Lembang Heritage, Malia Nur Alifa. Dia mengisahkan sejarah terbentuknya Gunung Batu.

Tidak ingin kehilangan kesempatan, para peserta jelajah pun mengabadikan keindahan alam di Gunung Batu dengan berfoto-foto usai mendengarkan penjelasan tersebut.

 

Kawasan Sesar Lembang yang Rawan Gempa

Gunung Batu merupakan bagian dari proses sejarah bumi Bandung yang dapat dijadikan tempat pembelajaran. Hal itu mengingat kawasan Gunung Batu termasuk sesar Lembang.

Sesar atau patahan tersebut erat kaitannya dengan asal-usul terbentuknya cekungan Bandung yang kini sudah padat penduduk.

Pemandu Malia Nur Alifa menuturkan, Gunung Batu diperkirakan terbentuk dari aliran larva akibat letusan Gunung Sunda Purba sekitar 500 ribu tahun yang lalu.

“Sehingga batuan yang ada di sini berasal dari batuan endapan larva sisa letusan gunung purba tersebut,” kata Malia.

Sesar Lembang merupakan salah satu patahan yang lokasinya berada di darat, bahkan memotong daerah permukiman yang padat penduduk. Sesar ini membentang dari timur ke barat sepanjang 30 kilometer dan lebarnya 300 meter, dengan sisi utara relatif turun, semakin tinggi ke arah timur dan menurun ke arah barat.

“Dinding patahan Lembang ini akan semakin terlihat apabila kita menyusuri jalan ke arah Maribaya dan desa Cibodas hingga perkebunan kina Batuloceng,” lanjut Malia.

Malia menjelaskan, berdasarkan tiga peneliti patahan ini yaitu Irwan Meilano, Dwi Sulistyoningrum, dan Edi Hidayat, sesar Lembang termasuk aktif. Adapun patahan sebelah barat lebih aktif dari pada yang sebelah timur. Di ujung barat patahan yaitu di daerah Tugu Muda dan Muril Cisarua terjadi beberapa kali gempa.

“Tercatat bulan Juli, Agustus, 4 September dan 3 Oktober 2011, gempa-gempa kecil terjadi dengan kekuatan 3,3 SR tetapi sudah membuat dinding rumah retak, melepaskan sambungan antar dinding dan merontokan genting. Penyebannya karena adanya jalur gempa, gawir bukit, dan bangunan-bangunan di sana tidak berprinsip tahan gempa,” jelas dia.

Dia menyerukan agar pemerintah setempat meneliti dengan seksama jalur gempa di kawasan Lembang tersebut. Selain itu, perlu dilakukan kegiatan sosialisasi di daerah rawan agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana.

“Paling tidak memberikan penyuluhan kepada warga yang sudah bermukim di sekitar kawasan sesar Lembang terkait informasi gempa atau syarat membangun bangunan tahan gempa,” kata dia.

(Sumber : liputan6.com)

Hubungi Kami